My friend

My friend
Taruna Utama (Lapangan belakang gedung utama) Lembar 2008

Rabu, 19 Oktober 2011

MAKALAH TEKNIK BUDIDAYA IKAN HIAS “IKAN MASKOKI”

MAKALAH TEKNIK BUDIDAYA IKAN HIAS
“IKAN MASKOKI”



DISUSUN OLEH:

KELOMPOK:
PUJI NUR PARIDI (C1K 008 063)
RIZKA DINIANTARI RAYES (C1K 008 056)
RABIATUL ADWIYAH (C1K 008 059)
RANI KARNIASARI (C1K 007 063)
FITRIYANTI UMRAH (C1K 008 054)
KAMAL FAUZAN (C1K 008 049)
HARIANSYAH (C1K 007 022)
HENDRI AZIZ (C1K 008 001)
ARI ARAHMAN (C1K 008 068)


PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2011










SEKILAS TENTANG IKAN MAS KOKI
  
Dari manakah ikan mas koki bersal?????
Menurut Budiman dan Lingga (2005), Klasifikasi ikan mas koki adalah sebagai berikut:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Cypriniformes
Family: Cyprinidae
Genus: Carassius 
Species: Carassius auratus (goldfish)
Ikan maskoki yang memiliki nama latin Carrasius auratus pada awalnya dibudidayakan oleh masyarakat Cina pada tahun 960-1729. Awalnya bentuk maskoki sama seperti ikan mas, karena memang jenis ikan ini berasal dari satu kerabat. Bedanya maskoki tidak memiliki sepasang sungut di mulutnya.
Ikan mas koki merupakan salah satu jenis ikan pajangan yang sangat populer. Banyak penggemar jenis ikan mas koki karena melihat tubuhnya yang aneh dan sulit digambarkan sehingga banyak orang mengatakan sebagai fantastik! Ikan mas koki ini termasuk ikan yang lamban geraknya sehingga  di dalam akuarium sering menjadi korban bulan-bulanan ikan lainnya.
Sebenarnya jenis ikan mas koki yang asli tidaklah semenarik ikan mas koki yang kita kenal sehari hari. Ikan mas koki bentuk dasarnya tidak berbeda dengan ikan mas koki biasa. Daya tariknya hanya terletak pada warna merah menyala yang membentang dari pangkal ekor sampai leher.
Tetapi, secara keseluruhan bentuk dan warnanya tidak berbeda dengan ikan mas pada umumnya. Ikan mas ini disebut juga dengan nama goldfish. Dan, di dalam sebuah akuarium, ikan mas koki terlihat begitu elok sebagaimana namanya goldfish (ikan mas).
Dan, keistimewaan yang paling menarik dari jenis ikan mas koki adalah bentuk strainnya yang jauh berbeda dengan ikan mas koki aslinya. Sampai sekarang ini, di negeri China telah banyak dihasilkan strain strain baru dari ikan mas koki ini.
Berdasarkan penelitian kromosom, spesies ikan yang di temukan di Cina yang masih berhubungan erat dengan maskoki. Nama ikan itu karper crucian (crucian carp). Bentuk karper crucian seperti ikan mas yang terdapat di Indonesia tak lain adalah karper. Nama ikan mas untuk karper itu lazim di gunakan penduduk Jawa, khususnya di Jawa Timur.
Adanya pertalian kromosom itu, para ahli yakin bahwa karper crucianlah yang merupakan asal muasal maskoki. Kalau kini tidak ada lagi persamaan bentuk antara maskoki dan karper crucian, penyebabnya telah terjadi mutasi dan kawin silang pada turunannya. Sebagai ikan hias akuarium, maskoki terkenal di seluruh dunia, terutama di Cina, Jepang,Amerika, dan Eropa.
Kendati sudah diketahui negara sal maskoki, tetapi sampai sekarang belum di temukan catatan sejak kapan pertama kali maskoki di jadikan ikan hias. Hanya dikabarkan, karper crucian yang menjadi nenek moyang naskoki ”dijinakkan” pertama kali sekitar 1000 tahun silam, ketika dinasti Sung berkuasa (960-1279). Sedangkan perkembangannya baru pesat setelah teknik budidaya air tawar dikenal, yakni semasa pemerintahan Dinasti Ming (1368-1644).
Pada era Dinasti Ming baru bermunculan ikan mas berwarna aneh-aneh. Ikan mas generasi baru ini disebut goldfish di luar negri dan dikenal dengan nama maskoki di Indonesia.
Saat ini di Cina tipe maskoki diperkirakan sudah ratusan. Untuk memudahkan mengenalnya, tipe-tipe maskoki diberi mana berdasarkan keunikan yang terdapat pada tubuhnya. Misalkan: berdasarkan bentuk kepala, mata, tutup insang, selaput hidung, dan selaput mata.
Sekitar tahun 1500an semasa Shogun berkuasa maskoki masuk ke Jepang dan merupakan piaraan kaum elit pada masa itu. Namun seirung dengan perjalanan waktu akhirnya maskoki dapat di pelihara masyarakat luas. Maskoki dari Jepang di pasarkan ke seluruh dunia. Antara lain ke USA, Inggris, Jerman, Prancis, dan juga ke Indonesia.
Menurut Yoshichi Matsui, dalam bukunya Goldfish Guide, maskoki di Jepang dikelompokkan menjadi 3 berdasarkan asalnya. Masing-masing adalah inpor dari cina (wakin, maruko, ryukin, domekin), hasil seleksi (jikin, nankin, tosakin, tetsuonaga, osaka ranchu, hanafusa, oranda shishigashira),  hasil dari silangan (kiranshi, shubunkin, shukin, kaliko, azumanishiki).
Ikan maskoki dapat tumbuh hingga mencapai 23 inch (53 cm) dan maksimum mencapai berat 9.9 pounds (4.5 kg), namun hal ini sangat jarang terjadi; sebagian besar maskoki hanya mencapai separuh dari ukuran maksimal tadi dalam masa pertumbuhannya. Dalam kondisi yang optimal, maskoki mampu bertahan hidup hingga 40 tahun, tetapi sebagian besar maskoki umumnya hidup antara 6 - 8 tahun.
Syarat hidup maskoki secara umum dapat dikatakan bahwa maskoki termasuk ikan yang mampu beradaptasi dengan berbagai variasi kualitas air dan juga suhu.
1.    pH
Nilai pH yang dianggap ideal untuk menumbuhkembangkan maskoki berkisar dari 7.0-8.0. Meskipun demikian, diketahui bahwa maskoki masih dapat mentolelir nilai pH lebih rendah atau lebih tinggi dari kisaran tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah membiarkan terlebih dahulu maskoki yang akan dipelihara untuk beradaptasi dengan kualitas air yang kita siapkan. Sangat tidak disarankan untuk melakukan penggantian air atau melakukan perubahan kualitas air secara drastis.
Walaupun maskoki diketahui mempunyai toleransi lebar terhadap berbagai nilai pH, akan tetapi, seperti halnya kelompok ikan mas pada umumnya, mereka tidak akan bisa bertahan pada pH dibawah 5.0 atau diatas 10.0. Untuk itu, dalam melakukan pengelolaan air perlu memperhatikan kadar pH-nya agar tidak sampai membahayakan mereka.
2.    Kesadahan
Kebutuhan tingakat kesadahan air untuk maskoki diperkirakan antara rendah sampai sedang. Tidak ada informasi yang akurat mengenai hal ini. Meskipun demikian, dari berbagai laporan, diketahui bahwa kondisi kesadahan air yang ideal bagi maskoki berkisar antara 17derajat – 22 derajat.
3.    Komposisi
Maskoki sangat sensitif terhadap kadat chlorine yang biasa digunakan sebagai disinfektan pada air olahan. Oleh karena itu, dalam menyiapkan air bagi mereka pastikan baha air tersebut bebas dari chlorine. Hal ini dapat dilakukan dengan mengendapkan air terlebih dahulu, atau dengan menambahkan anti-chlorine.
Maskoki merupakan ikan yang banyak mengeluarkan sekresi dari tubunya. Hal demikian dapat memicu terbentuknya amonia dalam air. Amonia yang terbentuk dapat menjadi racun bagi ikan bersangkutan, terutama bila kadarnya sudah mencapai 2 ppm. Pergantian air atau penggunaan sistem diltrasi yang baik akan sangat membantu agar air akuarium maskoki dapat selalu terjaga kadar amonianya dibawah nilai 2 ppm, atau bahkan 0 ppm.
Logam berat terlarut seperti Zn (seng) atau Cu (tembaga) bersifat racun bagi maskoki dan juga jenis ikan lainnya. Oleh karena itu, sangat tidak direkomendasikan untuk memelihara atau meletakkan maskoki dalam bak-bak yang terbuat dari bahan seng atau bahan lainnya yang dapat melepaskan seng atau tembaga kedalam air. Meskipun demikian, diketahui toleran terhadap kadar besi dalam air hingga batasan tertentu. Bagi mereka yang akan memelihara maskoki dengan menggunakan air alami, tidak ada salahnya diwaspadai pula kemungkinan hadirnya berbagai bahan pencemar yang mungkin masuk dari lingkungan sekitarnya, seperti phenol; merkuri, minyak, kadmium, dan juga insektisida.
4.    Suhu
Suhu ideal bagi maskoki berada pada kisaran 20 derajat - 25 oC. Fluktuasi perubahan suhu direkomendasikan tidak lebih dari 5 oC, terutama dalam proses pergantian air atau proses transportasi. Fluktuasi suhu diatas 5 oC akan sangat membahayakan ikan yang bersangkutan. Berbagai varietas maskoki sendiri dikembangkan diberbagai tempat dengan variasi suhu yang berbeda yaitu mulai dari 4 derajat C - 35 oC. Meskipun demikian selalu disarankan agar mereka dipelihara pada suhu tidak kurang dari 10 oC.
5.    Kepadatan
Kepadatan ikan dalam volume air tertentu akan sangat menentukan tingkat keberhasilan memelihara maskoki, kemudahan dalam mengelola air dan menghindarkan terjadinya stress yang dapat memicu terjadinya berbagai masalah ikutan lainnya. Selalu disarankan agar maskoki dipelihara dengan kepadatan serendah mungkin, atau dipelihara sesedikit mungkin dalam suatu wadah. Aturan secara umum menyebutkan bahwa kepadatan maskoki dapat dihitung berdasarkan porsi 1 cm panjang ikan untuk setiap liter air. Pada tempat-tempat pemeliharaan yang didukung dengan peralatan pendukung kehidupan yang baik kepadatan maskoki dapat ditingkatkan hingga 0.5 gm panjang ikan per liter air.



JENIS – JENIS IKAN MAS KOKI

1.    Bubble Eye/Suihogan Goldfish:
Spesies ikan mas koki unik yang berasal dari Cina ini punya mata yang menunjuk ke atas dan 2 kantung besar berisi cairan,IKan ini juga tidak punya sirip di punggungnya,ikan mas ini bisa tumbuh 6 -8 inchi.
2.    Ranchu Goldfish:
Ikan mas koki dengan tampilan yang tidak biasa ini disebut sebagai "raja ikan mas" oleh orang Jepang. Ranchu adalah hasil dari percobaan perkimpoian silang yang berbeda dari Lionhead Cina.IKan ini ga punya sirip atas,dan punya banyak warna seperti orange, red, white, red-and-white, blue, black, black-and-white, black-and-red,Ikan dengan badan kuning pucat dan kepala merah sangat jarang dan langka.
3.    Butterfly tail/Jikin Goldfish:







Indah dan menggemaskan tetapi langka,Jikin diyakini dari Jepang. Ciri yang paling menonjol adalah ekor yang memiliki bentuk X.ekor kupu kupunya memiliki panjang khas, berbentuk cerutu atau torpedo. Tubuh yang putih dengan bibir,sirip dan insang merah.dapat tumbuh sampai 9 inci. Nama lainnya adalah ekor Merak dan Rokuri.
4.    Telescope Eye/Demekin Goldfish:
Spesies ini punya mata yang esar dan unik,Variasi ini berwarna merah, merah-putih,belacu, hitam-putih, coklat, biru, lavender, cokelat-dan-biru dan warna hitam. Mereka mungkin juga kadang punya sisik metalik.Walau matanya besar,penglihatannya buruk dan lebih baik tidak dicampur 1 akuarium dengan jenis lain yang lincah dan ditempatkan di akurium tanpa benda lanci.
5.    Oranda Goldfish:
Oranda, ikan mas koki unik dari Cina dan Jepang, dicirikan oleh tudung seperti raspberry dikepalanya.  Ikan mas koki ini sangat terkenal di seluruh dunia,dan punya badan bear dengan 4 ekor panjan.
6.    Celestial Eye/Choten gan Goldfish:
Salah satu ikan mas koki aneh yang berasal dari Cina dan Korea.Mata ikan mas ini seperti mata ikan mas teleskop,tapi mengarah keatas Tubuh ikan ini berbentuk seperti torpedo,dan tak punya sirip atas
7.    Lionchu/Lionhead Goldfish:





Ikan mas koki Unik ini adalah ikan mas yang tidak memiliki sirip atas dari Thailand dan hasil dari perkimpoian silang antara lionheads dan ranchus. Memiliki tubuh yang besar, lebar dan melengkung ke belakang dan kepala yang besar.
8.    Ryukin Golfish:
IKan mas koki berwarna cerah dan menarik dari Jepang ini punya sirip yang besarnya 2 kali panjang tubuhnya,moncongnya juga lancip dan punggungnya bungkuk. Ryukin punya warna seperti merah marun, merah-putih, putih, metalik dan warna belacu.di akuarium yang bagus perawatannya ikan ini dapat mencapai hingga 8 inci atau 21 cm. Nama julukan lainnya adalah Ribbontail Jepang,Fringetail,Fantail atau Veiltail
9.    Calico/Nacreous Goldfish:
Ikan mas koki bernama Calico atau Nacreous ini punya percampuran sisik warna metalik dan transparan yang menimbulkan kesan mutiara. Calico bisa tumbuh sampai 12 inchi.Coraknya terdiri dari bercak-bercak merah, kuning, abu-abu dan hitam bersama bercak gelap dan biru.
10.    PomPom/Hanafusa Goldfish:





Hanafusa punya daging yang tumbuh seperti pom pom di sekitar hidungnya,badannya seperti lionhead,tapi yang tumbuh adalah hidungnya,kadang malah ada daging yang tumbuh sampai melewati bawah rahangnya.
11.    Chinsurin/Pearlscale Goldfish:
Ikan mas yang satu ini punysa sisik berbintik bintik dan berwarna mutiara,  berasal dari Jepang dan dipanggil Chinsurin
12.    Common goldfish
Ikan mas biasa hanya berbeda dalam warna dari nenek moyang mereka, ikan mas Prusia. Ikan mas biasa datang dalam berbagai warna termasuk merah, oranye / emas, ikan mas putih, hitam dan kuning atau 'lemon'.
13.    Black Moor:
The Black moor adalah berbagai teleskop bermata ikan mas yang mewah yang memiliki karakteristik menonjol sepasang mata. Hal ini juga disebut sebagai Popeye, teleskop, kuro demekin di Jepang dan naga-mata di Cina
14. Comet (goldfish)


Ikan mas komet atau komet-tailed adalah berbagai mewah yang paling umum di Amerika Serikat. Hal ini mirip dengan ikan mas biasa, kecuali sedikit lebih kecil dan lebih ramping, dan terutama dibedakan oleh panjang ekornya, sangat cagak.
14.    Fantail (goldfish):
Ikan mas Fantail adalah bentuk barat Ryukin dan memiliki tubuh berbentuk telur, sirip punggung tinggi, sirip ekor panjang empat kali lipat, dan tidak ada bonggol bahu.
15.    Shubunkin:
Fancy dan Shubunkins Jepang hardy ("brokat merah") memiliki ekor tunggal dengan skala nacreous, dan pola yang dikenal sebagai belacu.
16.    Panda Moor:
Tegalan panda mewah memiliki pola warna hitam-putih karakteristik dan mata menonjol.
17.    Veiltail:
The veiltail fancy dikenal yang ekstra panjang, mengalir ekor ganda. Veiltail standar modern memerlukan lekukan sedikit atau tanpa tepi trailing dari sirip ekor, seperti dalam pernikahan jilbab untuk pengantin.



PEMBENIHAN IKAN MAS KOKI

Pada pembenihan ikan mas koki, proses pemeliharaan induk merupakan tahapan awal yang harus dilakukan. Ikan mas koki dijadikan induk pada usia 7 bulan. Setelah diseleksi, induk dapat ditebar dan diberi pakan sehari sekali.
Sebelum dipijahkan, terlebih dahulu dilakukan sampling kematangan induk. Setelah berlangsung pemijahan, induk-induk dimasukkan ke akuarium pemeliharaan yang berbeda. Telur-telur yang dihasilkan akan menetas 3-4 hari setelah pemijahan (Kiyoku, 2011).
Menurut Budiman dan Lingga (2005), larva-larva ikan mas koki dipindahkan ke akuarium pemeliharaan setelah berumur 3-4 hari. Larva diberi pakan pada umur 4-10 hari. Benih ikan mas koki umur 10 hari ditebar ke bak pemeliharaan.
A.  Pemeliharaan Induk
1.    Persiapan wadah pemeliharaan:
a.     Ikan mas koki dapat dijadikan induk apabila sudah mencapai umur tujuh bulan.
b.     Wadah pemeliharaan ikan mas koki berupa akuarium berukuran 100 x 60 x 60 cm dan bak fiber bervolume 1000 liter.
c.     Pengisian air sebanyak 200 liter pada akuarium dan untuk bak fiber sebanyak 500 liter.
d.     Kemudian dipasang aerasi dan heater ke dalam wadah pemeliharaan.
2. Penebaran Induk
a. Penebaran Induk
·       Induk pertama-tama diaklimatisasi, caranya plastik dibiarkan terbuka hingga ada pertukaran suhu dan penyesuaian air.
·       Induk diseleksi antara jantan dan betina. Penebaran induk diakuarium terpisah untuk menghindari pemijahan liar.
·       Induk ditebar diakuarium pemeliharaan 1 — 5.
b.    Pakan dan pemberian pakan induk
·       Pakan yang diberikan untuk induk adalab pakan buatan (pellet)
·       Pemberian pakan induk dilakukan sekali sehari yaitu pada pagi ban pukul 07.00 -08.00 WIB.
·       Pemberian pakan dilakukan dengan cara menebar secara merata dan dosis yang diberikan sekitar 3 % dan total berat badan ikan.
3.    Pengelolaan kualitas air
a.     Agar air di akuarium tidak keruh dan terjadi pertukaran, didalam akuarium pemeliharaan induk dipasang pompa air berukuran kecil.
b.     Setiap 3 hari sekali dilakukan pergantian air sebanyak 80 % (160 liter), pencucian dinding dan dasar akuarium serta pencucian saringan.
4.    Pemberantasan dan pencegahan hama dan penyakit
a.     Untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit pada ikan maskoki dengan cara rajin membersihkan wadah pemeliharaan, menjaga kualitas air lingkungan perairan tetap stabil dan normal.
b.     Sedangkan untuk pengobatan bagi induk ikan maskoki Tetracylin, sebanyak 4 kapsul dalam 100 liter air selama 24 jam.
5.    Sampling kematangan induk
a.     Sehari sebelum dipijahkan induk-induk ikan mas koki baik jantan maupun betina dipuasakan.
b.     Sampling induk matang gonad yang siap untuk dipijahkan cukup dengan melihat ciri-ciri berikut:
·       Induk ikan jantan pada sirip dada terdapat bintik putih bulat menonjol bila diraba sangat kasar, dilihat di anusnya berbentuk oval dan kecil dan bila distriping akan keluar cairan putih susu yang disebut sperma.
·       Sedangkan ciri induk ikan betina duburnya besar, menonjol, bentuknya bulat dan bila diraba bagian perutnya akan terasa lembek.
B.  Pemijahan
a.     Pemijahan dilakukan pada akuarium berukuran 100 x 60 x 60 cm
b.     Akurium diisi air sebanyak 200 liter, diberi aerasi dan substrat sebagai tempat peletakan telur.
c.     Akuarium pemijahan diberi kaca berukuran 39 x 26 cm guna untuk mempermudah perhitungan jumlah telur.
d.     Induk mas koki memijah ditandai dengan induk jantan menggosok-gosokkan tubuhnya kebagian belakang tubuh induk betina.
e.     Setelah cukup lama terjadi percumbuan, induk betina akan segera mengeluarkan telur bersamaan dengan sperma induk jantan disekitar substrat rapia, kaca dan dasar aluminium.
f.      Proses pemijahan teijadi pukul 04.00-06.00 WIB
g.     Setelah proses pemijahan berlangsung induk-induk diangkat dengan serokan, dan ditimbang bobot akhirnya.
h.     Untuk poses pematangan gonad kembali, induk-induk dimasukkan ke akuarium pemeliharaan yang berbeda.
C.  Penetasan Telur
a.     Telur-telur hasil pemijahan dipindahkan ke dalam akuarium penetasan, berukuran 100 x 60 x 60 cm dan 60 x 40 x 40 cm.
b.     Telur-telur ikan maskoki akan menetas 3-4 hari setelah pemijahan.
D.  Pemeliharaan Larva
a.     Larva-larva ikan maskoki dipindahkan dan akuarium penetasan ke akuarium pemeliharaan setelah berumur 3-4 hari.
b.     Akuarium yang digunakan 100 x 60 x 60 cm, 60 x 40 x 40 cm dan 25 x 15 x 15 cm.
c.     Akuarium diisi air, hingga volume 150 liter lalu diberi aerasi kemudian dilakukan pemasangan heater.
E.  Pemberian Pakan
a.     Larva ikan maskoki mulal berumur 4-10 hari dibeni pakan buatan berupa kuning telur rebus yang dilarutkan dalam air hingga halus.
b.     Cara pemberian sedikit demi sedikit dan sering, satu kali pemberian pakan sebanyak 0.34 gram kuning telur.
c.     Pemberian pakan pada pukul 08.00, 11.00, dan 15.00 WIB.
F.   Pengelolaan Kualitas Air
a.    Setiap tiga hari sekali dilakukan pergantian air sebanyak 50% (100 liter), pencucian dinding dan dasar akuarium.
G.  Pemeliharaan Benih
a.     Benih ikan maskoki umur sepuluh hari ditebar di kolam dan bak pemeliharaan.
b.     Frekuensi pemberian pakan berupa pellet diberikan 2 kali sehari, pada pukul 09.00 dan 13.00


  
PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN
IKAN MAS KOKI

Menurut Redaksi AgroMedia (2008), memelihara dan merawat koki dalam rumah cukup mudah. Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas air, pemberian pakan, dan sarana penunjang akuarium.
1.    Persiapan akuarium
Pemeliharaan koki dapat dilakukan di dalam akuarium atau di dalam kolam. Di dalam akuarium atau kolam berukuran 100 x 50 x 50 cm, idealnya diisi 4-10 ekor koki dengan panjang 10-15 cm. Untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan koki, akuarium yang digunakan juga diberi peralatan penunjang seperti aerator, power head, dan filter.
2.    Kualitas Air
Air yang digunakan untuk ikan koki sebaiknya terbebas dari bahan-bahan yang dapat menyebabkan ikan sakit. Idealnya, air yang digunakan untuk akuarium koki memiliki tingkat keasaman (pH) 6-7 dan bersuhu 22-260C. Mengingat koki merupakan ikan yang termasuk rakus, sehingga kotorannya juga banyak, air akuarium atau kolam harus diganti rutin setiap minggu disertai juga dengan pembersihan media filter. Jika media filter sudah jenuh sebaiknya diganti saja.
3.    Pemberian Pakan
Makanan yang terbaik untuk koki adalah makanan alami seperti cuk, kutu air, cacing sutra, dan cacing darah. Namun, untuk menunjang perttumbuhannya, koki juga perlu diberi pelet yang memiliki komposisi gizi lebih komplet. Namun pemberian pelet jangan sampai berlebihan. Pasalnya, sisa pelet yang mengendap didasar akuarium atau kolam dapat mengubah kondisi air yang pada akhirnya membuat ikan stres dan mudah terserang penyakit. Mengingat koki merupakan ikan yang terkenal rakus, pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin tiga kali sehari. Dosis pakannya disesuaikan dengan daya makan koki. Hentikan pemberian pakan saat koki terlihat sudah tidak bernafsu memangsa pakan yang diberikan.



HAMA DAN PENYAKIT

A.  Hama
1.    Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
2.    Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
3.    Kodok
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.
4.    Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
5.    Lingsang
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
6.    Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
7.    Ikan gabus
Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
8.    Belut dan kepiting
Pengendalian: lakukan penangkapan.
B.  Penyakit
1.    Bintik merah (White spot)
Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.
Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
2.    Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)
Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.
Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.
3.    Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)
Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.
Pengendalian:
·      direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;
·      hindari penebaran ikan yang berlebihan.
4.    Kutu ikan (argulosis)
Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).
Pengendalian:
·      ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;
·      dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
5.    Jamur (Saprolegniasis)
Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.
Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.
Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.
6.    Gatal (Trichodiniasis)
Menyerang benih ikan. Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.
Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.
7.    Bakteri psedomonas flurescens
Penyakit yang sangat ganas.
Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.
Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
8.    Bakteri aeromonas punctata
Penyakit yang sangat ganas. Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan ginjal.
Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.



DAFTAR PUSTAKA

Budiman A.,Agus dan Lingga P. 2005. Maskoki. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kiyoku. 2011. Metode Pemeliharaan Ikan Mas Koki. http://begundelz-anak-jalanan.blogspot.com/2011/05/metode-pemeliharaan-ikan-mas-koki.html. Di akses, 26 September 2011.

Redaksi AgroMedia. 2008. Buku Pintar Ikan Hias Populer. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar